
Satu
“Nih!”
Dahi Gendis mengerut bingung. Di atas mejanya kini terdapat sebuah botol mineral. Ia mendongak menatap Kinar, sahabatnya yang masih bertengger manis di depan mejanya.
“Dari emak gue! Air yang udah didoain supaya enteng jodoh.”
Sontak Gendis terbeliak. Ia memandang...