
Sebelumnya di sini
“Ni! Agni!”
“Iya, Ma,” sahut Agni dari dalam kamar sebelum kemudian
membukakan pintu kamarnya. Tampak Mama tersenyum menatapnya.
“Ada yang nyari,” tutur wanita baya itu. Senyumnya yang makin
melebar membuat Agni mengerutkan dahi. Curiga.
“Siapa?”...