Sabtu, 21 Mei 2016

Kembang Desa Pulau Panggung (16)

Enam Belas sebelumnya di sini“Bagaimana cantik kan?” Mirah ternganga. Dia sungguh kehabisan kata- kata. Kalung yang baru saja dikenakan Dae Ho di lehernya memang sangat indah. Bentuknya sederhana tapi bandul berbentuk bulat, berwarna merah di tengahnya terasa cocok di leher putihnya. “I—ni?” “Untuk...

Kamis, 19 Mei 2016

[Cerpen] Kita Pisah, Kita Beda

Kita Pisah, Kita Beda  “Mbak Rissa!” Langkahku yang hendak menuju kamar terhenti. Aku berbalik dan mendapati Bu Ayu, pemilik kostku melangkah terburu- buru menghampiriku. “Maaf ini, Mbak.” katanya sesaat setelah di hadapanku. “Ibu lupa. Kemarin ada kiriman untuk Mbak...

Selasa, 17 Mei 2016

[Cerpen] Yang Sulit Terlupa

Yang Sulit Terlupa “Oi Ta! Mantan lo nih udah ganti PP berdua sama cewek nih. Lo kapan?” Hah? Aku melongo sesaat. Bingung dengan ucapan Natasya, sahabatku. Sampai akhirnya ketika dia menyodorkan laptopnya ke arahku, aku baru paham. Deg. Rasanya sesak. “Apaan sih lo?” kataku dengan...

Minggu, 15 Mei 2016

Kembang Desa Pulau Panggung (15)

Lima Belas sebelumnya di sini Senyum berkembang di bibir Mirah sepeninggal Dae Ho berangkat kerja. Ia harus bersiap pergi. Sudah nyaris dua minggu, ia bekerja di sekolah TK milik Kanaya. Rasanya begitu menyenangkan. Entah karena memang pekerjaannya yang tidak terlalu berat atau dirinya yang...

Sabtu, 14 Mei 2016

[Cerpen] Demam

gambar diambil dari ranichanstory.blogspot.com DEMAM    DEMAM. Obatnya itu kamu - Fiksi Mini #5 Putri Apriani “AIRA!” Aira menoleh. “Sini!” Rifat, pemuda kelas sebelah yang cukup dikenalnya dengan baik, tengah melambaikan tangan ke arahnya. Laki- laki itu jelas memintanya mendekat....

[Cerpen Kolab] Kupu- Kupu Malam

Kupu- kupu Malam Oleh : Imas Siti Liawati dan Putri Apriani "Bu, apa di sini ada surga?" tanya anakku, menggenggam kedua kakiku.  Anakku semakin besar. Usianya kini menginjak angka lima. Pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan begitu saja, beberapa bisa kujawab, beberapa...

Jumat, 13 Mei 2016

[Cerpen] Dilema

gambar diambil dari pixabay.com DILEMA “Pikirkan lagi ucapan Ibu baik- baik, Nin!” Aku mengangguk lemah. “Iya, Bu!” “Ibu bilang gini juga untuk kebaikan kamu. Anak kamu akan semakin besar. Biaya jelas akan semakin mahal. Kalian juga harus mulai memikirkan membangun rumah.” Aku memilih diam. “Lagipula...

Jumat, 06 Mei 2016

Kembang Desa Pulau Panggung (14)

Empat Belas sebelumnya di sini Hari menjelang malam. Pemandangan tepi pantai terlihat lebih cantik di saat matahari hendak kembali ke peraduannya. Semburat jingga menghias langit, semilir angin yang bertiup serta deru ombak yang memecah karang menambah pesona alam yang tersaji di hadapan Mirah....