Rabu, 27 Mei 2015

Romansa Puber Kedua (4)

Romansa Puber Kedua (4)Sebelumnya Disini “Kamu mau menikah denganku?”“Mas, ka…mu ser..serius?”“Tentu saja. Kapan aku main- main denganmu?”“A…Aku…,”“Ya atau tidak?”“…,”“Oke. Diammu kuanggap ya.” “Mmmaasss,”“Aku tahu pasti kamu takkan menolakk...

ELROY (2)

Bab II Sebelumnya Disini Arena balapan liar. Jalanan lengang di pinggiran kota. Namun tidak malam ini, anak- anak muda dalam keriuhan suasana. Beberapa gadis muda terlihat berlenggak- lenggok depan laki- laki yang sibuk menyiapkan motor mereka dengan pakaian super mini dan ketat membungkus tubuh. Bastian...

Senin, 25 Mei 2015

Romansa Puber Kedua (3)

Sebelumnya Disini Tantri terkejut saat menyadari sosok laki- laki yang dikenalnya berdiri di pintu kamar inap anaknya. “Ma…mas Ha…ris?”Haris mengangguk sejenak. Senyum terkembang di bibirnya. “Aku dapat kabar dari Pak Ardi tadi soal anakmu.”“Masuk, Mas.” Tantri menyadari dirinya belum mempersilahkan...

Aku, Febby, Assalamua'laikum Beijing

"Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya" (QS.  Al- Baqarah:286) Asmara, gadis muda nan enerjik ini didiagnosa menderita APS (Antiphospholipid Syndrome). Sebuah syndrome dimana darah dalam tubuh terlalu cepat mengental....

Sabtu, 23 Mei 2015

ELROY (1)

Bab I Gelap. Hitam. Pekat. Elroy histeris. Matanya sama sekali tak menangkap seberkas cahaya dari manapun. Ia berteriak sekencang yang bisa, berharap ada yang menolongnya. Siapapun itu. Namun sayang nihil. Sia- sia. Suaranya bahkan tak dapat terdengar sama sekali. Tertahan kelu di tenggorokannya. Mami. Papi. Anya. Help...

Romansa Puber Kedua (2)

Sebelumnya Disini  Haris tersenyum lebar saat menginjakkan kakinya di halaman sebuah sekolah yang tampak rindang dan asri. Khas seorang Tantri, gumamnya dalam hati. Ia tersenyum tipis. Dirinya masih ingat betul hobi berkebun seorang Tantri. Dimanapun dan apapun jika Tantri yang menanam pasti...

Kamis, 21 Mei 2015

Romansa Puber Kedua (1)

ROMANSA PUBER KEDUA “Tantri?”“Loh Mas Haris?”Senyum terkembang dari bibir Haris. Wanita dihadapannya masih mengenalinya ternyata. Padahal sejak awal melihat wanita tersebut saat masuk kantornya ia gamang. Mencoba menerka- nerka bahwa sosok itu adalah sosok yang dikenalnya dulu. Di masa lalu.“Kok disini,...

Cinta Skuter (10) -end-

sebelumnya Cinta Skuter 9 Cinta Skuter (10) Dia cantik. Sangat cantik. Kebaya putih berpadu kain batik terlihat anggun membalut tubuhnya. Penampilannya makin mempesona karena polesan make-up di wajahnya. Padahal tanpa make- up pun dirinya sudah cantik. Apalagi sekarang? Dan lihatnya senyumnya? Senyum...

Cinta Skuter (9)

sebelumnya Cinta Skuter 8 Cinta Skuter (9) “Gue butuh bantuan lo,” “Ok!” Bimo mengernyit. Ekspresi wanita di depannya sangat datar dan dengan mudah mengiyakan kata- kata Bimo padahal dia belum mengatakan bantuan apa yang dibutuhkannya. “Gue rasa gue belum bilang bantuannya,” “Gue rasa...

Cinta Skuter (8)

sebelumnya Cinta Skuter 7 Cinta Skuter (8) “LAKI APA BA*CI LO?” Bimo menghela nafas berat. Ini konsekuensinya kalau membiarkan Aldi masuk apartemennya. Sinis dan sadis. Tapi mau bagaimana lagi, Aldi sahabatnya yang sudah sangat dihafal para security dan ia tak mungkin membiarkan Aldi merusak...

Selasa, 19 Mei 2015

Cinta Skuter (7)

sebelumnya Cinta Skuter 6 “Skandal ini bisa membuat kamu lebih terkenal, Bim!” Bimo membelalakan matanya. Apa kata produsernya tadi? Lebih terkenal? “Dan juga membantu promo film perdana kamu.” Whatttttt! Produser sint*ng! Duit aja duit!  “Jadi bukan masalah berarti kan?” Kata laki-...

Cinta Skuter (6)

sebelumnya Cinta Skuter 5 “APA- APAAN INI!” Bimo membanting tabloid yang berada di tangannya. Tabloid malang. Hanya berisi lembaran kertas, tetapi kali ini menjadi korban kemarahan Bimo. Wajah Bimo mengeras menahan emosi yang menggelegak. Tangannya mengepal keras. Matanya nyalang siap menerkam...

Cinta Skuter (5)

Sebelumnya Cinta Skuter 4 Cinta skuter (5) Bimo menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Mulutnya tak henti merapal doa sejak tadi. Pandangannya lurus, menatap rumah yang tegak menjulang di depannya. Kali ini ia sudah memantapkan diri untuk melakukan yang harus dilakukan. Perlahan...

Cinta Skuter (4)

Sebelumya Cinta Skuter 3 Cinta tak harus memiliki. Cinta sejati justru ingin membahagiakan orang yang dicintainya meski harus merelakan kebahagiaan tersebut dengan orang lain. Ah, kalimat- kalimat bullsh*t. Kata- kata yang menyesakkan saja. Siapa yang ikhlas seikhlas- ikhlasnya jika orang yang...

Cinta Skuter (3)

Sebelumnya Cinta Skuter 2 Benakku melayang pada reuni yang mempertemukan aku dan Reina. Pertemuan pertama sejak kami lulus SMA. Aku tersenyum tipis mengingat kata- kata skuternya. Tersinggung? Tidak juga. Hanya ya sedikit membingungkan. Selama 24 jam dalam satu hari tidakkah ia melihatku di...

Cinta Skuter (2)

sebelumnya Cinta Skuter 1 Flashback “Bim, Bim!” Bimo menoleh, “Apaan sih?” Tanyanya galak pada Aldi, sahabatnya yang berada di sebelahnya. “Ganggu aja!” Lanjutnya sembari mengalihkan pandangan kembali ke smartphonenya. Mengecek email dari managementnya terkait jadwal pekerjaannya untuk sebulan...

Senin, 18 Mei 2015

Cinta Skuter (1)

Cinta Skuter (1) “Will you marry me?” Bimo merasakan kelegaan saat mengatakan hal tersebut. Seperti ada beban berat yang terangkat di pundaknya. Meskipun sekarang berganti dengan kecemasan menanti jawaban Reina, tetapi setidaknya kegamangannya berakhir sudah. “Reina?” Panggilnya kemudian. Hampir...

Minggu, 03 Mei 2015

[Cerpen] Gagal Bersembunyi

“Bang Elang!” “Hmm,” “Boleh nanya?” “Hmm,” “Ini siapa?” “Siapa?” “Cantik.” Aku mendongak seketika saat kata cantik terucap dari bibir Diandra, adik bungsuku. Keningku mengerut saat melihatnya tenga menatap selembar kertas yang kuyakini sebuah foto. “Apa itu, Di?” Tanyaku penasaran. “Pacar...